Menjadi Punk Tak Harus Anarkis


Dua pekan yang lalu, Kota Yogyakarta dipadati oleh gerombolan yang menggunakan atribut yang identik dengan kaum punk. Gerombolan tersebut adalah outSIDers ,para fans band idola mereka Superman Is Dead, yang tampil malam itu di Stadion Kridosono, Minggu malam (9/10) lalu. Superman Is Dead yang lebih dulu tampil sebelum J-Rocks membawakan sejumlah hits mereka seperti, ‘Kuat Kita Bersinar’, ‘Kuta Rock City’, ‘Saint of My Life’, ‘Jika Kami Bersama’, dan lainnya.
Penampilan mereka dibuka dengan back-sound lagu ‘The Gost Riders In The Sky’ yang bernuansa ‘Surf Rock’. Seketika muncul Jerinx(Drummer) ke atas panggung dengan mengendarai sepeda lowrider, disusul Eka Rock(Bassist/Backing Vocal), dan Bobby Kool(Gitarist/Vocal) yang naik ke atas stage lengkap dengan peralatan tempur mereka, yaitu instrumen musik yang mereka usung.
Sebelum naik pentas, Tribun Jogja sempat berbincang dengan Jerinx perihal pernyataan resmi dari Kepolisian bahwa pelaku peledakan ATM di Gejayan adalah dari kelompok punk. Hal ini pun membuat Jerinx angkat bicara. Drummer band beraliran punk rock asal Bali ini bicara blak-blakan seputar hubungan punk dan anarkisme. Menurut Jerinx makna anarki sendiri cukup luas, dan tidak harus 100% diterapkan dengan agresivitas. “Anarki tidak harus menjadi vandalis, dan apakah seorang punk harus menjadi anarki?Tidak juga!” tegasnya.
Drummer yang bernama asli Ari Astina ini berujar kalau setiap manusia berpotensi menjadi seorang anarkis. Punk sendiri juga memiliki arti yang luas. Punk tidak harus berideologi yang keras. Di antaranya ada punk yang nihilis, dan hedonis. “Ada juga punk yang positivis, seperti gerakan straight edge yang anti alkohol, dan narkotika, atau yang lebih ke arah sport seperti, skate punk,” imbuhnya.
Menurut Jerinx punk dan anarkisme adalah sama-sama sebuah sub-kultur. Maka tidak menjadi keharusan seorang punk menjadi anarkis, dan begitu juga sebaliknya. “Tidak semua aktivis anarkis mendengarkan musik punk, bahkan mereka mendengarkan jenis musik yang lainnya.” tambah vokalis Devildice ini.
Mengenai posisi SID, Jerinx mengatakan kalau Ia sendiri bingung posisinya berada dimana. Latar belakang mereka yang berasal dari Bali tidak mengarahkan mereka menjadi seorang anarko. Tapi jika ditanya apakah harus melawan, Ia mengatakan bahwa itu merupakan sebuah kepastian. Namun apa yang dilawannya selalu berubah-ubah, “Terkadang melawan bentuk-bentuk fasisme, dan dalam skup yang lebih kecil, kami juga melawan bentuk kapitalisme lokal seperti kasus BIP di Bali.” tegas musisi kelahiran Kuta, 10 Februari 1977 ini.
Bersama teman-temannya di SID, Bobby Kool dan Eka Rock, Jerinx kerap kali melakukan aksi turun ke jalan untuk mengkritik proyek Bali Internasional Park (BIP) di kawasan bukit, Jimbaran. Proyek di atas lahan terlantar seluas 200 hektar ini nantinya akan dijadikan fasilitas Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerjasama Asia Pasifik (APEC) tahun 2013. (edited by Fakhru outSIDer)
22.28 | 1 komentar

Wawancara JRX dengan Akarumput.com

Wawancara: @JRX_SID
oleh Alfred Pasifico — Oct 4, 2011

Ari Astina atau Jerinx (JRX) bicara tentang kegelisahannya pada kondisi lingkungan Bali, kritiknya pada ritual adat yang kehilangan esensi pemeliharaan ekologi, dan kenangan masa kecilnya di Kuta yang dulu masih indah.

Pada 20 Agustus 2011, akun twitter @JRX_SID yang memiliki sekitar 118.600 follower menulis: “To all Balinese: Apa gunanya rajin sembahyang & percaya konsep Tri Hita Karana jika diam saja melihat Bali pelan-pelan dirusak? Hipokrit?”


Tidak sekali itu drummer Superman Is Dead dan vokalis Devildice ini menulis kritiknya tentang eksploitasi alam di Bali yang kian buruk akhir-akhir ini. Dia juga rajin mengkritik rencana proyek Bali International Park (BIP) di kawasan Bukit, Jimbaran. Proyek di atas lahan telantar seluas 200 hektare ini dimaksudkan sebagai fasilitas Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) tahun 2013.
Bupati Badung belum menurunkan izin untuk mega proyek yang harusnya mulai berjalan bulan Oktober ini. Sudah ada surat Keputusan Presiden (Keppres) untuk memuluskan proyek ini dan pemerintah pusat yang diwakili Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik (yang orang Bali) mendesak proyek ini tetap akan berjalan. Menurut Wacik, Bali masih kekurangan sarana konferensi tingkat internasional. Padahal Nusa Dua sudah punya fasilitas dan berpengalaman sebagai tuan rumah seperti KTT Perubahan Iklim tahun 2007.
JRX juga menulis perkara lingkungan dalam konteks yang lebih kecil. Misalnya tentang program “Recycle Before Dishonor” dari usahanya Rumble Cloth dan Rumble Shop. Toko Rumble di Ubud akan tidak menyediakan kantong plastik untuk mendukung upaya menekan masalah sampah plastik yang pelik di Bali.
Selama satu jam, JRX bicara dengan Alfred Ginting di rumahnya di kawasan Sanur. Petang itu JRX di cukup santai di tengah kesibukannya pengambilan gambar untuk film “Description Without Place” yang disutradarai Richard Oh. Dalam film itu JRX berperan sebagai pemuda Bali, sopir untuk Happy Salma, pengusaha dari Jakarta yang ingin membuka pabrik air mineral di Bali.

“Saya menerima tawaran peran itu karena suka ceritanya, cerita yang aneh. Dan peran saya tidak menuntut saya jauh dari karakter saya yang sebenarnya. Juga ada pesan ekologisnya,” kata JRX. Berikut petikan wawancaranya:

Apa yang melatarbelakangi Rumble untuk membuat program tidak menyediakan kemasan plastik?
Tema pengurangan tas plastik sudah lama disuarakan SID dan Devidice, jadi supaya ada sinkronisasi antara perkataan dengan tindakan saja sebenarnya. Kami mencoba dari dulu mengangkat tema seperti ini, sebagai bentuk tindakannya. Karena kunci dasar perubahan ekologi itu berawal dari diri sendiri. Kalau kita tidak mulai dari diri sendiri tidak mungkin mengajak orang lain mengikuti kita. Kenapa Rumble Shop di Ubud dan brand Rumble, selain mengangkat tema-tema cutting edge, ingin ada tema edukasinya meski tidak secara langsung. Rumble desainnya untuk anak muda, mudah-mudahan pesan ini sampai ke mereka. Nanti di pintu masuk toko akan dicantumkan pesan untuk membawa kantongan sendiri dari rumah karena tidak tersedia tas plastik, atau membeli tas kain atau tote bag yang disediakan.
Rumble Shop itu pembelinya rata-rata remaja, mungkin dengan cara-cara seperti itu pesannya mudah sampai, daripada mereka diberi penyuluhan. Karena remaja kan otaknya masih bersenang-senang. Kalau dikasih dengan cara-cara yang santai seperti ini lebih enak, meski ada sedikit paksaan. Dari Rumble kita memang harus spend more money menambah modal, tapi we’ll do it. Karena Rumble identik dengan SID dan saya. Jadi pemberontakan jalan, edukasi juga tetap ada.


Kenapa akhir-akhir ini semakin sering bicara tentang ekologi di twitter?
Banyak hal, mungkin salah satu faktor karena saya mulai pindah ke Sanur. Jadi bisa sering ketemu kawan-kawan lama, aktivis seperti Gendo (aktivis Walhi Wayan Gendo Suardana). Waktu saya masih tinggal di Kuta, jarang ketemu karena kehidupan di sana sangat berbeda. Dan kemarin sangat sibuk dengan dua band, rekaman, promo, SID juga sedang siapkan album yang akan rilis tahun ini. Namanya manusia, kekuatan pikiran susah dibagi. Kalau fokus pada satu hal, itu terus dikerjakan, kecuali butuh trigger baru lagi. Sejak pindah ke Sanur ini ketemu teman-teman diskusi dulu di zaman kuliah. Gendo bilang tentang kasus BIP (Bali International Park). Ini salah satu trigger.
Setelah ngobrol berjam-jam dengan dia mulai terbuka lagi cakrawala baru tentang betapa rapuhnya Bali ini. Dan kebijakan-kebijakan yang ada sekarang ini sebagian besar dikontrol oleh pertimbangan ekonomi daripada pertimbangan ekologi. Bali ini sangat kecil, jika nanti 10 atau 20 tahun lagi seperti yang diprediksi terjadi krisis air, kemacetan yang luar biasa, apa bedanya Bali dengan daerah lain? Apalagi sesuatu yang spesial yang kita banggakan dari Bali?
Jadi semuanya karena hal simpel seperti itu. Bukan karena kecintaan pada daerah yang membabi buta atau berlebihan. Rasional saja. Orang Bali secara mainstream percaya pada karma, alam, berserah, rajin sembahyang, tapi tindakan yang nyata untuk memertahankan mimpi mereka agar Bali tetap asri tidak ada. Cuma berdoa agar Bali tetap damai, tetap aman. Tindakan nyata masih jarang. Ini yang perlu diangkat lagi, agar anak muda tergerak. Karena anak muda yang mendengarkan saya adalah yang cutting edge, yang punya pemikiran tidak terlalu terikat dengan adat. Jadi keterikatan pada adat ini yang kadang-kadang bisa menyinggung mereka untk melawan.


Secara kreatif, apakah warna ekologi akan kental di SID atau Devildice?
Secara berkesenian kalau Devildice jarang menyentuh tema-tema seperti ini. Devildice kan semacam proyek alter ego, dimana saya ingin lepas dari masalah-masalah dunia, ini dunia sendiri. Di SID akan selalu ada isu-isu yang kita anggap penting, krusial untuk dibicarakan. Dan masalah ekologi di album baru SID nantinya akan ada, kerangka dasar lirik sudah ada, sasarannya kemana dan apa yang akan diserang. Dari ngobrol-ngobrol lagi dengan aktivis, referensinya makin kuat.


Dengan menggerakkan anak muda, apakah ini jadi kesadaran yang akan membesar?
Saya pikir iya, kalau cara penyampaiannya berkelanjutan dan tujuannya jelas. Dan anak muda itu harus diberi contoh, efek negatif sudah ada. Bali sudah tidak sama lagi, kalau tidak bertindak sekarang akan terlambat. Kalau soal penerimaan mereka apakah akan dilakukan di kehidupan sehari-hari, ya memang tidak bisa instan. Mungkin mereka akan merasakan sendiri dulu akibatnya. Misalnya di rumahnya terjadi krisis air, atau airnya tiba-tiba berwarna hijau atau biru, saat itu mereka akan sadar. Kalau belum tersentuh memang agak susah.
Bagi SID sebagai sebuah band yang besar dari hal-hal yang berbau perubahan ini sudah menjadi tanggung jawab sebuah band, to sing about it, to do something about it.


Momen apa yang paling menyentuh melihat kerusakan ekologi Bali?
Banyak sekali, Pantai Serangan, misalnya. Kami beberapa kali konser atau difoto di sana, dan itu salah satu contoh kegagalan pemerintah termasuk masyarakat adat untuk memertahankan daerahnya. Serangan itu efeknya tidak hanya di sana. Karena pantai itu direklamasi, dibentuk, manusia bergaya seolah-olah dia Tuhan begitu, efeknya bedampak seperti pantai di Ketewel. Teman-teman saya yang tinggal di sana mengeluh, sejak reklamasi di Serangan, abrasi makin parah. Dan masyarakat di sana jadi kehilangan mata pencaharian. Dreamland juga. Kita sering di sana, melihat tebing-tebing dipotong, demi apa sih? Demi orang yang punya duit banyak dan mereka mau nambah lagi. What the fuck, man?


Padahal apalagi kurangnya Bali, apa yang tidak ada di sini sekarang.
Dan orang bali sudah berkecukupan, tinggal maintain saja. Kalau kita mencari esensi dari setiap permasalahan ini, ya larinya ke kepentingan orang-orang luar yang serakah, selalu merasa kurang. Saking pintarnya mereka itu bisa membeli kepala-kepala daerah, tokoh-tokoh adat. Dan orang-orang Bali selama ini resistensinya sangat kecil. Kita di sini cuma akan turun jalan kalau sudah tersentuh masalah spiritual, religi. Itu baru kompak. Kalau masalah seperti ini sangat soft.
Saya dengan Bobby dan Eka sering bicarakan msalah-masalah ini, dan SID bukan band anak-anak lagi, harus ada yang kita perjuangkan. Sebuah band harus ada purpose. Dan purpose kita bukan hanya fame, uang, tapi apa yang bisa kita lakukan untuk hal-hal seperti ini. Bali ini rumah kita, kita mau apa lagi. Kalau Bali hancur mau pindah kemana? Jogja?


Karena dari sisi pencapaian, di SID materi sudah cukup dan fame kan sudah didapat?
Menurutmu? Hahaha.

Paling basic sih, kita orang bali kalau melakukan sesuatu dalam konteks musik sudah, kami juga sudah coba membuka jalan bagi band-band Bali lain untuk semakin dikenal, meski di Indonesia memang sulit. Kontribusi kami untuk Bali membuka jalan, memerkenalkan nama Bali di kancah nasional. Hahaha. Kancah, blantika, apa sih.
Sukses bagi kami sekarang ini, bukan lagi untuk dikenal semua orang, tapi apakah kita sukses memertahankan rumah kita. Kita kan selalu merasa minoritas di Indonesia, meski Indonesia ini Bhinneka Tunggal Ika. Secara ekonomi Bali diserang, secara kultur diserang dari segala penjuru dan kita tidak kompak. Kita hanya punya jargon Ajeg Bali, tapi itu sebatas kulit saja. Ajeg Bali itu apa? Harus pakai udeng? Harus rajin ke banjar? Itu bukan Ajeg Bali yang sebenarnya. Itu untuk fungsi sosial aaja, kalau kamu nanti mati ada yang datang. Itu aja ketakutannya, tidak mikir ke hal lain. Kita terlalu nyaman di zona itu.


Padahal ritual ada banyak sekali pemujaan pada ekologi
Menurut saya, ritual itu simbol. Leluhur kita melakukan ritual itu sebagai simbol penghormatan mereka terhadap bumi. Sekarang di saat Bali sudah diserang secara ekologi dan ekonomi, apakah simbol-simbol itu masih relevan? Bukankan tindakan lebih relevan daripada simbol? Saya pernah tweet: untuk apa kita rajin sembahyang, untuk apa kita percaya Tri Hita Karana, kalau kita diam saja tanah kita dirusak, ekologi kita hancur, dan ekonomi kita dikuasai orang asing? Sementara pejabat-pejabat kita, katakanlah Mangku kuasai tanah di sana sini, menguasai ekonomi, masyarakat lemah ditindas. Gila.


Statement ini bisa saja akan mengusik mereka yang di pemerintahan? Siap berdebat dengan mereka.
Siap. Asal tujuan debatnya demi Bali jangka panjang. Tujuan saya kan bukan untuk jadi gubernur, atau jadi orang yang berpengaruh. Cuma keresahan saya sebagai orang Indonesia, orang Bali. Banyak sekali yang membuat saya resah. Perlakuan orang-orang asing terhadap orang Bali yang semakin menurun kualitas rasa hormatnya. Kenapa orang-orang asing, terutama di Kuta, menganggap kita bodoh, budaya mudah dibeli. Karena mentalitas kita itu budak, terbiasa hidup seperti budak. Kalau ada bule ramah, ke sesama orang Bali beda. Kepada pendatang dari Jawa kasar. Apa sih itu kalau bukan mental budak?
Banyak hal-hal yang meresahkan saya. Kalau dulu kan pariwisata lokal itu dengan senyum, masyarakat ramah, dan sekarang keramahan itu makin palsu. Dibuat-buat supaya untuk selamat saja. Padahal kita bisa selamat kalau kita tahu cara bertahan. Tidak perlu ditindas dulu untuk berhasil.


Bisa ceritakan bagaimana pengalaman masa kecil tentang kondisi ekologi Kuta dulu?
Wah banyak sekali, paling signifikan waktu zaman SD di Kuta. Zaman dulu Kuta begitu indah, gang-gangnya masih berpasir. Warung tradisional dimana-mana. Salak bali, pohon kelapa dimana-mana. Hotel-hotel tidak terlalu banyak. Dan yang paling berkesan itu attitude orang asing yang datang ke Bali benar-benar bersahabat. Dan persahabatan mereka dengan orang-orang Bali benar-benar bagus. Mereka surat-suratan. Itu semua didukung lingkungan. Penginapan-penginapan sangat sederhana, dari kayu. Tidak banyak mobil.
Harusnya sekarang itu di Kuta tidak boleh lagi mobil masuk, atau yang boleh masuk hanya sepeda lah. Semua mobil yang mau ke Kuta ke Sentral Parkir. Buat apa itu dibangun Sentral Parkir? Saya pikir dulu tujuannya itu. Sempat ada car free day, dan resistensi terbesarnya itu dari mayarakat lokal. What the fuck? Bukannya berpikir untuk kepentingan yang lebih besar. Kamu nggak mau menyehatkan badanmu sendiri dengan berjalan kaki atau sepeda.


Sebagai anak kecil apa bagian paling menyenangkan di Kuta dulu?
Di sepanjang gang itu seru. Naik sepeda. Gang-gang itu seperti wahana bermain, ada jalan-jalan rahasia. Banyak pohon. Beli es daluman di warung, rujak. Ketemu bule-bule tua yang baik. Karakter bule-bule yang di Kuta dulu agak sama dengan bule-bule yang di Sanur sekarang. Kalau sekarang kan kayak sampah bule-bule di kuta, mereka cuma berpikir semuanya bisa dibeli. Indah banget dulu itu. Waktu kecil punya semacam orang tua angkat, bule-bule tua yang datang tiap tahun, seperti keluarga. Dan bule-bule seperti itu sudah tidak ada lagi di Kuta sekarang. Sekarang mereka ke sini buka bisnis, cari uang.
Ini agak di luar masalah ekologi. Harus diakui orang lokal kalah secara SDM, dijajah secara ekonomi tadi. Orang dari luar Indonesia datang ke Bali buka bisnis dan bisa lebih sukses dari orang Indonesia karena kualitas SDM berbeda. Saya pikir pemerintah harus sadari ini, batasi, jangan sampai kita jadi budak di tanah sendiri. Aneh kan.


Saya pernah menemukan grafiti kecil di Legian isinya: behave stranger, this ain’t your home. Saya khawatir ini bisa menjadi xenophobia?
Tendensi ke arah sana sudah ada. Karena dua faktor, lokal tidak mengedukasi diri. Dan orang luar ke Bali melihat orang lokal begitu mudah dibeli. Lingkaran setan ini yang lama-lama bisa mengerucut menjadi sebuah permusuhan.
Saya pernah mengirim surat ke Jero Wacik entah dia baca atau tidak. Saya kirim email, juga surat tangan, tentang ini. Saya pikir orang penting di pemerintahan itu tidak pernah turun ke jalan, mereka tidak tahu betapa macetnya Kuta setiap malam, banyak anak kecil mengemis, pencopet, jambret. Mereka tidak pernah tahu bagaimana tiap jam enam pagi anak SD ke sekolah mereka lihat bule mabuk, muntah pinggir jalan, naik motor nggak jelas.
Harus pikirkan efek psikologisnya bagi anak-anak. Ini kan tidak bagus bagi masyarakat lokal. Mereka tidak bisa tumbuh dengan natural, mereka sejak kecil terdidik menjadi manusia dangkal, “hidup itu harus seperti ini ya.” Itu bahaya bagi anak-anak Bali. Makanya anak muda di Kuta jarang ada yang kritis, apatis, mereka merasa semuanya normal. It’s not normal, man. They’re on holiday. Sementara kita yang harusnya punya kehidupan normal.


Ketika hidup di daerah ini, merasakan sebenarnya Denpasar atau Sanur lebih baik?
Saya pindah ke sini untuk terapi, setahun mengasingkan diri dulu dari alkohol dan segala amcam. Masih sering ke Kuta, dan sudah terbiasa ke Kuta tanpa minum. Setelah saya rasakan kehidupan di sini lebih organized. Contohnya sanur kan daerah wisata juga, tapi kenapa Sanur lebih bersih dan tertib. Kenapa Kuta tidak? Menurut saya karena masyarakat lokal. Sudah pasti itu. Kalau orang lokal pintar, tahu cara maintain tempatnya, orang akan segan. Seperti kita ke lapangan atau taman yang bersih, mau buang puntung rokok malu kan. Kuta itu dipandang seperti lapangan yang sudah kotor, jadi orang tidak merasa apa-apa buang sampah.
Resistensi masyarakat Kuta sangat kecil. Saya meski sejak kecil di sana, tapi tidak pernah menjadi bagian dari warga di sana, bagian dari banjar. Saya kan pendatang juga. Agak susah juga untuk bisa ikut memengaruhi keputusan lokal.


Kenapa tidak mencoba masuk dan bicara dengan masyarakat lokal?
Itu tidak bisa dilakukan. Seperti ada batas-batas di desa adat itu, kecuali warga asli. Dan harus bersosialisasi. Saya lebih suka esensi daripada omong-omong kosong. Saya pikir sekarang yang harus diajak bicara dan mendengarkan itu orang-orang yang mengambil keputusan penting. Mungkin bupati, baru dia bisa mengatur camat, dan dari camat ke desa adat. Seperti car free day itu gagal karena orang lokal, tidak punya upaya memperbaiki tempatnya. Itu program pemerintah saja gagal, apalagi saya yang bicara yang jelas tidak semua orang suka.
Makanya saya sekarang cuma bisa berharap dari SID, bisa pelan-pelan menyuarakan. Kalau genderasi saya sekarang mungkin mereka sudah tidak suka musik. Sekarang anak-anak SMP, SMA yang mulai bikin Outsiders Kuta dan segala macam, mudah-mudahan nanti mereka bisa membuat pengaruh di banjarnya. Itu cara yang yang paling masuk akal untuk mengubah kondisi Kuta.


Ada harapan yang tumbuh melihat fans?
Banyak. Contoh kecil, seperti kemarin kita sering bikin aktivitas membersihkan pantai. Sudah banyajk Outsider Canggu, Sanur atau Nusa Dua mulai bikin kegiatan serupa. Kita kan tidak bisa mengubah mind set seribu orang secara bersamaan. Mungkin dari seribu orang itu ada 5 atau 3 orang yang melakukannya dengan hati dan akan bergulir terus. Orang-orang inilah yang akan membawa perubahan nantinya. Negara kita kan juga merdeka belum lama. It takes time.
Justru fan base SID di jawa yang benar-benar bergerak, lebih kritis, turun ke lapangan lebih sering. Karakter orang di Jawa kan lebih fight, kita di sini lebih laid back. Secara geografis memang begitu. Tapi di Sanur juga laid back, tapi bisa tegas. Kalau Kuta laid back under slavery.
Saya berharap ada pemimpin Bali nanti yang care pada ekologi, pada masalah citra Bali. Memang Bali bukan Kuta saja, tapi pintunya kan di sana, orang masuk ke Bali melewati daerah itu. Sekarang macetnya sudah gawat. Orang asing yang turun dari pesawat keluar dari airport harus melewati Bypass Ngurah Rai yang kalau jam-jam tertentu macetnya kayak setan. Ada rencana bikin jalan layang. Kebanyakan ambisi, tapi fondasinya masih rapuh. Ambisi banyak itu karena motivasi uang, bukan karena ingin melindungi masyarakat lokal.


Ada kemajuan-kemajuan kecil seperti Trans Sarbagita mulai beroperasi. Meski banyak resistensi karena Sarbagita dianggap terlalu memakan banyak badan jalan dan membuat kemacetan.
Idealnya Sarbagita ya memang untuk transportasi publik. Seperti Jakarta punya busway. Memang kondisi jalannya juga harus menyesuaikan. Tapi masalanya untuk skala makro, Bali tidak didesain untuk seperti yang terjadi sekarang. Jadi kita harus memilih Denpasar dan Badung ini akan menjadi sebuah kota metropolitan atau tetap desa? Kalau sekarang kan ada pertempuran apakah memertahankan ini tetap desa atau menjadi metropolitan. Ketimpangan inilah yang akhirnya tidak ketemu, clash dan menjadi masalah. Kalau dari awal maunya metropolitan, ya bangun jalan yang lebar.
Almarhum Ida Bagus Mantra kan sudah jelas idenya seperti apa Bali ini, tetap menjadi desa besar yang bermartabat, bertaksu, yang Bali banget. Kalau yang sekarang maunya jual jual jual. Bali ini seperti gula yang mendunia, semutnya bukan hanya dari Indonesia. Yang kita lawan itu besar sekali. Sementara orang Bali sibuk berkelahi dengan saudaranya sendiri.


Saya khawatir Bali mengalami seperti di masyarakat Betawi yang terpinggirkan di Jakarta. Di sini juga orang terus menjual tanah. Jual tanah buka rental mobil
Hahahaha. Betul, saya mengalami ketakutan seperti itu Ada tulisan saya baca tentang seorang petani yang tadinya kaya raya di daerah Jimbaran. Tanahnya dijual, dan sekarang menjadi miskin, balik lagi jadi buruh tani. Dan itu umumnya pengaruh anak, minta ini-itu. Kebanggaan-kebanggan semu di desa masih seperti itu. “Wah dia punya motor baru, punya mobil baru.” Bangga. Begitu saja. Bisa traktir teman-temannya di cafĂ©, bangga. Karena faktor pendidikan ya, tidak biasa berpikir panjang.
Di keluarga saya sendiri banyak seperti itu. Jual tanah dengan mudahnya, padahal bisa dikontrakkan, dan banyak yang mau. Kenapa dijual? Bisa mirip Betawi ya. Dibutakan oleh bagaimana caranya menaikkan status sosial di kalangannya, biar kelihatan lebih hebat dari tetangga. Penting sekali buat mereka.
Sekarang orang-orang lokal yang jadi susah beli tanah. Tidak terjangkau,. Harganya internasional. Kalau terus-terusan begini, kita stay di satu titik, sementara mereka mengusai tempat lain. Kita makin kecil dan terkepung, sudah lah jadi pegawai saja di hotel.

Source: Akarumput
17.27 | 0 komentar

Rebellion Rose - Negeri Mimpi


Gerbang gelap menutup harapan
Lorong hitam panjang menuju temaram
Bagaikan hantaman godam
Bertimah panas menusuk...

Pandangi hati tlanjangi diri
Suara kami berontak disini
Penuh amarah kami berdiri
Negeri mimpi...

Akankah kita diam terjerat
Menanti cahaya yang telah pudar...
Mawar merah indah ternoda
Mawar merah indah terbakar...

Terbitlah mentari bahagia
Penuh kedamaian
Tanpa hawa duka didunia

Malaikat bernyanyi bersama
Di negeri mimpi...
Yang abadi selamanya...

Terbitlah mentari bahagia
Penuh kedamaian
Tanpa hawa duka didunia

Malaikat bernyanyi bersama
Di negeri mimpi...
Yang abadi selamanya...

Terbitlah mentari bahagia
Penuh kedamaian
Tanpa hawa duka didunia

Malaikat bernyanyi bersama
Di negeri mimpi...
Yang abadi selamanya...

Terbitlah mentari bahagia
Penuh kedamaian
Tanpa hawa duka didunia

Malaikat bernyanyi bersama
Di negeri mimpi...
Yang abadi selamanya...

Terbitlah mentari bahagia
Penuh kedamaian
Tanpa hawa duka didunia

Malaikat bernyanyi bersama
Di negeri mimpi...
Yang abadi selamanya...
11.58 | 0 komentar

Rebellion Rose ft Havinhell - Bermalam Bintang


Malam terang, bergemerlap bintang
Berbicara tentang dunia yang semakin suram
Dan lihat kirimu, masihkah kawanmu
Berjanjilah sampai mati
Tuk setia berdiri, FOR PUNK!!!

Hey kawanku, jangan kau bersedih
Tatap matahari pagi
Kumpulkan semangatmu
Kita disini tak lelah tuk bernyanyi
Selama suka duka tetap ada menghiasi

Aku kamu dia dan mereka
Pasti pernah terpuruk dan berada diatas
Ingat kawan kita yang tertawa
Akan tak sanggup lagi
Tuk tahan air mata

Karena kita manusia,
Terbatas dengan semua yang kita miliki
Tapi tetap berdiri tegap
Hajar tembok penghalang
Dengan sangat terhormat

Malam terang, bergemerlap bintang
Berbicara tentang dunia yang semakin suram
Dan lihat kirimu, masihkah kawanmu
Berjanjilah sampai mati
Tuk setia berdiri, FOR PUNK!!!

Karena kita semua bersaudara,
Keringat, air mata, senyuman dan harapan
Tetap nyanyikan bermalam bintang
Jaga utuh saudara kita tetap bersama.

Karena kita manusia,
Terbatas dengan semua yang kita miliki
Tapi tetap berdiri tegap
Hajar tembok penghalang
Dengan sangat terhormat

Malam terang, bergemerlap bintang
Berbicara tentang dunia yang semakin suram
Dan lihat kirimu, masihkah kawanmu
Berjanjilah sampai mati
Tuk setia berdiri...

Malam terang, bergemerlap bintang
Berbicara tentang dunia yang semakin suram
Dan lihat kirimu, masihkah kawanmu
Berjanjilah sampai mati
Tuk setia berdiri...
FOR PUNK!!! ----->7x

Yes outSIDer we PUNK!!!
11.56 | 0 komentar

Rebellion Rose - My Only Rose


When sun goes down
On the highway straigh to beach
Roses grow around the town...
Your sweet smile and kiss
Are tattoes in my cheek
In the arms of angels we'll be sleep
In the arms of angels we'll be stick together
In the arms of angels we'll be sleep

Hey my little queen hold my hand so tight
Don't let me down i'll stand up with you forever
Never never fall yes never fall...
Give me a glass of beer and let's tango by the old piano
Wipe your golden tears and use your golden crown...

Everytime I sing this love song
With a cup of wine grandpa cash smile on the wall
Here is the joy and joke
You and me on top of the world
In the name of god you are my only rose...3x

You're my only one my only rose
Who's grow in sand of hope
You're my everything my lullabies
My punkrock queen of paradise
Yeah you're my only rose...

Everytime I sing this love song
With a cup of wine grandpa cash smile on the wall
Here is the joy and joke
You and me on top of the world
In the name of god you are my only rose...

Everytime I sing this love song
With a cup of wine grandpa cash smile on the wall
Here is the joy and joke
You and me on top of the world
In the name of god you are my only rose...5x
11.54 | 0 komentar

Rebellion Rose - For All Allies, Comrades N Enemies!


Walking under moonlight and Sunshine Together
Always holding on my arms
Tell them we're brother
Get your boots let's kick the road  and rise again our flag
Whatever doesn't kill you comrade (make you stronger)

Walking on the highway till black and blue together
Don't give a shit to goverments
Coz they give us shit
You Gotta know (oi)
Where you stand (oi)
And why you stand there my friend
Godbless you for everything
COMRADE...

Where living in this harmony
With a big heart we are strong
Together we move along
For allies abd all enemies
Show them all our strenght
(Stand your ground hey COMRADE)
In this place we're belong together

Walking under moonlight and Sunshine Together
Always holding on my arms
Tell them we're brother
You Gotta know (oi)
Where you stand (oi)
And why you stand there my friend
Godbless you for everything
COMRADE...
11.53 | 0 komentar

Rebellion Rose - Bumiku Sahabat Baikku


Lihatlah duniaku
Yang enggan tertawa
Melihat kesombongan manusia
Yang semakin menggila

Dan lihatlah
Mentari yang enggan tersenyum
Diterpa awan hitam
Yang slalu hiasi kota

Bumiku yang indah
Seakan tlah bosan
Muntahkan murka duka
Menghujat tanpa tersisa

Dan beribu bencana
Terlebih menhantui
Slamatkan tempat kita berbagi
Dan sadarlah kawan

Wake up! ------>3x
Buka matamu kawan
Stand up! --------->3x
Kepalkan tanganmu kawan
Ayo bersama kawan
Kita jaga dunia dan teriakkan...Oi!
Bumiku sahabat baikku

Ayo lekas kawan kita bangun bersama
Lupakan perbedaan satukan tujuan
Jabatlah kawanmu tegakkan dagumu
Tetap terus maju dan kembali bersatu
Bangun dari tempat tidurmu
Kembali lihat sekitar
Coba bayangkan senyum kembali berseri
Pikirkanlah kita muda
Semangat slalu menyala
Jadikan Dunia
Sahabat terbaik kita
Sadarlah...selamatkan...
Jagalah bumi ini
Selalu indah berseri
Peduli...Berani...Let's go!

Wake up! ------>3x
Buka matamu kawan
Stand up! --------->3x
Kepalkan tanganmu kawan
Ayo bersama kawan
Kita jaga dunia dan teriakkan...Oi!
Bumiku sahabat baikku

Wake up! ------>3x
Buka matamu kawan
Stand up! --------->3x
Kepalkan tanganmu kawan
Ayo bersama kawan
Kita jaga dunia dan teriakkan...Oi!
Bumiku sahabat baikku
Sahabat baikku
Sahabat baikku
11.51 | 0 komentar

Rebellion Rose - Bangun Indonesiaku!


Hey kawan, tetap berdiri dengan kebangaanmu
Intervensi dan terror bukanlah akhir perjuangan
Mimpi pemicumu dan harapan hulu ledakmu
Teteskan darah untuk bumi pertiwi
Berbahasa satu bertanah air satu berbangsa satu
Bangsa tanpa penindasan

Bangun kawan...
Dari setiap mimpi burukmu
Bersama kita satukan rasa
Tanpa batas yang terbentang!

Habis terang..
Takkan terbit gelap yang mengadang
Tetap percaya pagi menjelang
Dengan harapan didepan

Meskipun bagai ombak datang
Panas mataharimu membakar
Kita kan slalu bersama
Mengejar semua harapan
Hingga pagi kan menjelang
Dan berulang...

Marilah bersatu...
Tuk bangunkan Indonesiaku
Jangan pernah kau ragu
Tuk bangunkan Indonesiaku
Tumpah darah kau bangsaku...

Meskipun bagai ombak datang
Panas mataharimu membakar
Kita kan slalu bersama
Mengejar semua harapan
Hingga pagi kan menjelang
Dan berulang...

Kepalkan tanganmu...
Harga mati untuk bangsaku
Jangan ragukan langkahmu
Harga mati untuk bangsaku
Kita disini untukmu...

Kepalkan tanganmu...
Harga mati untuk bangsaku
Jangan ragukan langkahmu
Harga mati untuk bangsaku
Kita disini untukmu...

Harga mati untuk bangsaku
Jangan ragukan langkahmu
Harga mati untuk bangsaku
Kita disini untukmu...
11.50 | 2 komentar

Rebellion Rose - Renungan Kemenangan


Dan kubernyanyi nikmati hidup ini
Bersama kalian diujung jalan ku berbagi
Lewati malam dengan sebotol whisky
Hari demi hari kan ku jalani

Dengan berani ku melangkahkan kaki
Tak peduli rintangan didepan kan ku hadapi
Deras keringat terasa membasahi
Hingga nanti berselimut mimpi

Bersinar wahai kau sang mentari
Tuntun langkahku menembus cerahnya
Pagi ini, berdiri tegak digarda depan
Dengan ribuan raungan kemenangan

Kibar bendera jati dirimu
Tunjukkan dunia halilintarmu
Cinta didada menumpuk slalu
Kan kujaga api smangatku

Bersinar wahai kau sang mentari
Tuntun langkahku menembus cerahnya
Pagi ini, berdiri tegak digarda depan
Dengan ribuan raungan kemenangan

Kibar bendera jati dirimu
Tunjukkan dunia halilintarmu
Cinta didada menumpuk slalu
Kan kujaga api smangatku

Kibar bendera jati dirimu
Tunjukkan dunia halilintarmu
Cinta didada menumpuk slalu
Kan kujaga api smangatku
Kan kujaga api smangatku
11.49 | 0 komentar

Rebellion Rose - Rebellion's Anthem


We are the rebellion rose
We're living on the fun
We are the rebellion rose
We're singing out loud fun
We are the rebellion rose
Don't forget to say with your mom
We spend night with full of fun!!!

Hey what's up my punk'd friend
Are you ready for this chance
We gonna rock tonight
And say rock you!!!
Got this beers got this bugs got this songs
Getting high tonight
Riot kid's riot punk's
Burn your fucking sad
I said rock rock rock riot riot riot tonight
Punk punk punk fun fun fun
Yes we are, rock n roll side rock n roll paradise
We have this shit oh nice!!!

We are the rebellion rose
We're living on the fun
We are the rebellion rose
We're singing out loud fun
We are the rebellion rose
Don't forget to say with your mom
We spend night with full of fun!!!

I said rock rock rock riot riot riot tonight
Punk punk punk fun fun fun
Yes we are, rock n roll side rock n roll paradise
We have this shit oh nice!!!

I said rock rock rock riot riot riot tonight
Punk punk punk fun fun fun
Yes we are, rock n roll side rock n roll paradise
We have this shit oh nice!!!

We are the rebellion rose
We're living on the fun
We are the rebellion rose
We're singing out loud fun
We are the rebellion rose
Don't forget to say with your mom
We spend night with full of fun!!!
11.47 | 0 komentar

Rebellion Rose - Kiss The Mainstream Goodbye


Come my dears, come on...
My sweet little things
Don't you fall down I'm right here
Keep standing strong, yeah...
Bringing the stars back in your sleep

Fly away flying your wing away
I don't need you dear come back here
I've got strong enough, yeahh...
My life full of dreams without you

So yes dear tells the stars
You're not alone
Miss you around me
Than we are rocking together
Yes my dear we're sitting on top of the world
Miss you beside me and let's sing

Move your ass right here man
Hold your friend so tight
Go one we're one
Go one two three
Let's get dance
Dancing like king and queen

Ska is going mad
Don't you running out of time
Come on come dear
Come on two three
And hold your beers
And take your cigarette

And you've got your own decision
No more sad let's coming here
Tell your mom you're not 13 anymore
Kick your sad away and say

Kiss the mainstream goodbye------> 3x
And we got a lot of things
Stronger than anythings
Yes we are the non-mainstream------> 3x

And take your weed, so let's burn it
Make no fight to all your mate
We're stick together
Respect each other
No matter who you are
I'm punkrocker
This is my way lard
My pride my lord
We're standing here
In the land of free
Keep your friend close
And your enemy closer
Punk my way here we are...

Kiss the mainstream goodbye------> 3x
And we got a lot of things
Stronger than anythings
Yes we are the non-mainstream------> 3x
11.46 | 0 komentar

Rebellion Rose - LongLive Jogjakarta


Give me more drinks
More time and more song to sing
Like 1001 night story never end
Never ending night

We are young and we are free
Dreaming on rock n roll town
We're sing along, we're move along
In Jogjakarta we're one

Right there my friend, say hello to greatest night
Kiss the stars up high say we're youth goverment bullshit
We're walking on the street always be like pretty kids
We're punkrocker we're outsider we're struggling strong to live

Today we meet for a bottle whisker roll
Next decade we hope still together for same whiskey bottle
Left hand you rise, rebellion never end
Put your fragnance rose in your heart never fade away

And here we are we are in rock n roll town
We're meet stick together on Jogja paradise
Let's go we are we are drink and dance never end
Here we know each other and longlive together

Give me more drinks
More time and more song to sing
Like 1001 night story never end
Never ending night

We are young and we are free
Dreaming on rock n roll town
We're sing along, we're move along
In Jogjakarta we're one

Here we are in Jogjakarta
Try to grab some dreams and reach for the skies
And we are as a rebel we stand let's arise and believing
Fight for pride and for love

And here we are we are in rock n roll town
We're meet stick together on Jogja paradise
Let's go we are we are drink and dance never end
Here we know each other and longlive together

Give me more drinks
More time and more song to sing
Like 1001 night story never end
Never ending night

We are young and we are free
Dreaming on rock n roll town
We're sing along, we're move along
In Jogjakarta

Give me more drinks
More time and more song to sing
Like 1001 night story never end
Never ending night

We are young and we are free
Dreaming on rock n roll town
We're sing along, we're move along
In Jogjakarta we're one
We're one ---> 6x
Yes outSIDer we're one!!!
11.44 | 0 komentar

Rebellion Rose - When The War Has Ended


The weapon has silence
For some uphill struggle reason
Then let's this event just only a legend
If it can make some satisfaction
We can carry the tune of the battle song
After speechless and said nothing so long
Some of them didn't sure
Is that really pure
Or the freedom seems insecure
They woken up from the sleep
Realize it's only prototype
Like the power of the slave
in the occupation to escape
When the war has ended


by : Isti Puspitasari
11.43 | 5 komentar
Jika terdapat link free download di blog ini hanya semata review CD Album /hasil karya mereka dan bukan pembajakan.karena saya pribadi tidak memungut biaya kepada siapapun untuk blog ini. Dan untuk teman-teman yang mengunjungi blog ini, support musisi lokal kita dengan cara membeli merchandise, CD/Album original mereka :)


Kalian punya band yang terbentuk dari komunitas outSIDer? dan ingin saya posting di blog ini? kirimkan biografi dan demo lagu (jika ada)kamu ke email fakhruoutsider@gmail.com

Support our local talent!

Cheers!!

Blog Archives

Cari Blog Ini

Statistik

Google+ Followers