Superman Is Dead Menjaga Kaki Tetap Di Bumi


Foto oleh Eddy Sofyan
Banyak prestasi mumpuni yang sudah mereka raih, embel-embel rockstar pun menjadi nama panjang mereka. Namun Superman is Dead berusaha menjaga kaki tetap menapak di bumi. Oleh: Ajeng Safitri Riandarini.

JARUM jam di studio Trax menunjuk ke tengah-tengah antara angka tujuh dan delapan. Langit sudah gelap, kebanyakan dari pegawai kantoran tempat studio berdiri telah lebih dahulu meninggalkan gedung untuk berkutat dengan rimba lalu lintas Jakarta yang hectic, pemandangan umum di setiap Jumat malam. Beberapa personil Trax masih terlihat duduk santai, menantikan kehadiran Superman Is Dead, sebuah band yang sudah bisa dibilang besar, baik di media maupun di industri, meski musik mereka tidak terdengar mainstream macam musik-musik yang terdengar saban pagi hari di televisi.

Tak lama, sebuah pesan singkat masuk ke handphone, band yang dimaksud sudah tiba dan menunggu di lobby. Waktunya bertemu dan segera menuntaskan pekerjaan. Ternyata baru Jerinx, sang penggebuk drum yang datang bersama sang manager, Dodix. Wajah lesu nampak terpeta jelas di wajah mereka. Beberapa personil yang menumpang di mobil yang berbeda pun masih terhambat di jalanan dan sukses sedikit tersasar sebelum akhirnya sampai dengan selamat.

Jangan salahkan kenapa mereka terlihat begitu lelah, maklum mereka baru saja tiba di Jakarta  lalu mengikuti konferensi pers di sebuah pusat perbelanjaan di Selatan Jakarta dan langsung berangkat menuju studio Trax di bilangan Jakarta Pusat. Beruntung, karpet dan sofa tebal menyambut kedatangan mereka. Jangan bayangkan suasana interview formal yang tercipta. Tanpa meja besi, cukup duduk lesehan di karpet tebal sambil bersandar di sofa dan mengobrol santai.

Percakapan dibuka dengan keikutsertaan mereka dalam sebuah konser band mancanegara, Avenged Sevenfold, sebagi salah satu penampil. "Jangan bilang opening act ya! Kami tampil di panggung yang sama, dengan set yang sama juga. Membawakan sekitar 15-an lagu juga. Jadi istilahnya kami berbagi panggung, bukan siapa buka siapa." tutur Jerinx menerangkan.

Selain kabar akan sepanggung dengan salah satu band rock internasional yang nyaris setiap tahun menyambangi Jakarta, bulan Februari nampaknya menjadi bulan yang terang untuk karier band pemilik tujuh album ini. Di bulan penuh cinta ini, SID merilis sebuah LP dalam format piringan hitam yang istimewa. Istimewa karena berisikan delapan buah lagu terbaik milik mereka, termasuk dua lagu masa-masa awal SID terbentuk yang harus direkam ulang lantaran masternya sudah jamuran.

Untuk informasi lebih lengkapnya, simak saja majalah TRAX edisi April 2012!
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Jika terdapat link free download di blog ini hanya semata review CD Album /hasil karya mereka dan bukan pembajakan.karena saya pribadi tidak memungut biaya kepada siapapun untuk blog ini. Dan untuk teman-teman yang mengunjungi blog ini, support musisi lokal kita dengan cara membeli merchandise, CD/Album original mereka :)


Kalian punya band yang terbentuk dari komunitas outSIDer? dan ingin saya posting di blog ini? kirimkan biografi dan demo lagu (jika ada)kamu ke email fakhruoutsider@gmail.com

Support our local talent!

Cheers!!