Speaker Separatis

Jari tengah dari gerakan Bali Tolak Reklamasi untuk pihak berwenang yang mengeksploitasi alam.~SPEAKER SEPARATIS


Brozio Orah, Soundbwoy Dodix, dan Andy Philipus dari Speaker Separatis Dok. Speaker Separatis

Diserang culasnya wewenang, pulau ini siap berperang.
Bersenjatakan mesin dan lencana, pagar ketulusan engkau robohkan.
Tunggu aku di jalan, tulusku sudah menjadi bara dan hari ini kau kan kulawan.
Teruslah hisap hingga habis darah dan identitasku, bersama kepulan tebal kanabisku.

Tapi tuan, jam pasir ini berbalik,
detik-detikmu tak bertuan,
menunggu barisan badai yg kan ledakkan istanamu.

Susunan speaker menjulang tinggi, frekwensinya lantang pecahkan Nusantara.
Speaker Separatis kan tebas tanganmu, gilas pionmu, kubur kuasamu.
Speaker separatis.

Dari Bali, jari tengah adalah diplomasi terbaikku.


Kala menyimak repetan puisi tersebut jelas yang kencang menyeruak adalah segepok kegerahan, kegelisahan, kekecewaan akibat ketulusan yang dirobohkan.

“Rakyat seolah didesain untuk tak berdaya melawan pembodohan yang sudah terjadi puluhan tahun demi kepentingan penguasa dan pemodal,” demikian ungkap si tukang rapal sajak, Vendetta.

Memang, tembang Dub ini tentang kegusaran. Utamanya menyoal rencana reklamasi Teluk Benoa di Bali Selatan. Ide tersebut dianggap lancung karena lebih dominan mudaratnya dibanding manfaatnya bagi penduduk lokal. Melulu menguntungkan investor, cermin ketamakan nan mencengangkan. Ditambah lagi, para petinggi malah memilih menjadi abdi dalem para pemodal, malah mengamini ide destruktif dan memperkosa keharmonisan alam itu. Mestinya rakyat yang mereka jadikan prioritas, disejahterakan, dipenuhi hak-hak mendasarnya sebagai warga negara. Patut diduga mereka disuapi pundi-pundi, hendak memperkaya diri sendiri. Bau amis korupsi amat menyengat di sini.

“Kami, rakyat, menginginkan perubahan. Rakyat kecil sudah muak diperalat dan dijadikan sapi perah. Stop eksploitasi adat, budaya, dan alam rumah kami!” lanjut Vendetta dengan penuh rasa sebal lagi kesal.

Lagu ini sendiri bermula dari momen sederhana. Diawali oleh Soundbwoy Dodix, DJ yang khusus menekuni jalur Dub, Reggae, serta rupa-rupa chunes Jamaika, iseng berkutat dengan samples drum, gitar, dan beberapa instrumen lain. Lalu ia perdengarkan komposisi sederhana tersebut kepada Andy Philipus dan Zio. Diselipi pula lagu-lagu Dub dari Augustus Pablo sebagai referensi.

Saat Andy dan Zio telah siap dengan aransemen masing-masing lewat bas, organ, dan pianika, Dodix yang juga adalah Operations Manager Superman Is Dead ini terinspirasi untuk menambahi puisi. Diajaknyalah karib yang ia tahu benar menggilai puisi: Vendetta. Paduan empat kekuatan inilah yang kemudian melahirkan “Speaker Separatis”. Topiknya pun  gamblang: penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa.

Mengingat khalayak blantika musik Indonesia yang belum terlalu akrab dengan Dub Jamaika, sebagai daya tarik, ditambahilah kemudian elemen visual berupa videoklip. Erick Est selanjutnya diminta menjadi sutradara. Kebetulan sosok tenar yang telah lintang pukang di urusan gambar bergerak ini aktif terlibat di gerakan Bali Tolak Reklamasi. Tak heran, dari segi konten gambar, tampak footage aksi-aksi tolak reklamasi Teluk Benoa berceceran di sana-sini.

“Semoga kehadiran ‘Speaker Separatis’ ini bisa menjadi energi tambahan bagi gerakan Bali Tolak Reklamasi,” ungkap Dodix saat ditanya soal harapan ke depannya.

Oh, merasa familiar dengan suara Vendetta? Ya, benar sekali, ia adalah JRX, penabuh drum Superman Is Dead.

Angkat jari tengah tinggi-tinggi ke atas!
Lawan!

____

SPEAKER SEPARATIS.

Kontributor:
Soundbwoy Dodix - dub organizer
Brozio Orah - bas
Andy “Pretty Boy” Philipus - organ dan pianika
Vendetta - puisi dan jari tengah

Diproduseri oleh Pukulrata Records.
Dikerjakan di Melodramatic Studio.

Mixing dan mastering oleh Mangde Ripper Clown.

Download MP3: "Speaker Separatis" - Speaker Separatis
(Untuk mengunduh lagu silakan klik kanan pada pranala dan klik 'Save Link As)





Sumber: RollingStoneINA
01.17 | 0 komentar

Help The Hydrant to Perform in Vegas!

Photo credit: Erick Est
The Hydrant has made history. These four guys from Bali, the pioneers of rockabilly revival in Indonesia, have the honor to perform at the biggest rockabilly festival in the world, Viva Las Vegas, in the month of April 2016.

Tom Ingram, the originator of this most prestigious and longest running rockabilly event—it’s now the nineteenth year—personally sent an invitation letter. He warmly requested The Hydrant to perform, together with dozens of other rockabilly artists from around the globe.

Why historical? Till this nearly 20 years of the festival, never ever before an Indonesian band lucky enough to be on that prestigious concert stage in the rockabilly Mecca: Las Vegas. This is also a kind of little reminiscent where in the past a band from Timor, Eastern part of Indonesia, Tielman Brothers, gloriously amazed the Western world with their Indorock musical style.




The issue is, these young men are not really from a financially well-off background. Each member of the band still has their own day job to support themselves and their family. One is a beach life guard, the other a barber, the rest is an illustrator, a guitar teacher.

Yes, they need your help. Marshello, Adi, Vincent, and Christopper, need your support to show their amazing music skills and beautiful stage acts, to let the first-world people know that a band from a developing country is as awesome.

Let’s be part of history!

Click here to contribute: Help The Hydrant to Perform in Vegas!

 Front page photo: Abottsky

Source: Rudolf Dethu
00.49 | 0 komentar
Jika terdapat link free download di blog ini hanya semata review CD Album /hasil karya mereka dan bukan pembajakan.karena saya pribadi tidak memungut biaya kepada siapapun untuk blog ini. Dan untuk teman-teman yang mengunjungi blog ini, support musisi lokal kita dengan cara membeli merchandise, CD/Album original mereka :)


Kalian punya band yang terbentuk dari komunitas outSIDer? dan ingin saya posting di blog ini? kirimkan biografi dan demo lagu (jika ada)kamu ke email fakhruoutsider@gmail.com

Support our local talent!

Cheers!!

Blog Archives

Cari Blog Ini

Statistik

Google+ Followers