Sastra Is Dead!

JRX
Saat saya menulis note ini, saya serasa terbakar amarah, rasa tidak terima sekaligus jijik dengan rendahnya kualitas intelektual yg bertebaran congkak tanpa malu di facebook. Jika saya bisa mengalikan diri saya hingga berjumlah jutaan, ingin sekali rasanya mencari satu-satu idiot itu dirumahnya dan menampar mereka di depan ibu nya.

Sebagai seniman saya merasa kebebasan berexpresi saya hendak dilucuti, diturunkan tuk kemudian disamaratakan dengan intelektualitas 'mereka' agar 'mereka' bisa mengerti apa yg saya katakan/lakukan. Dan saya katakan: persetan! Mereka ingin saya memakai bahasa yang mudah dimengerti, ingin agar saya menafikan seni sastra dan mengatakan semuanya dengan literal. Lalu apa bedanya saya dengan seniman-seniman generik plastik yang merajai Indonesia saat ini? Kalian ingin saya menjadi seperti mereka?

Jika kalian tidak mengerti/sepenuhnya paham dengan apa yang saya tulis/katakan (di status FB, twitter, lirik lagu dll), GUNAKAN nalar & imaji mu untuk mengolahnya, atau kasarnya PAKAI OTAK! Tuhan memberi manusia otak untuk digunakan berpikir memecahkan sesuatu yang manusia tidak mengerti, otak bukan cuma untuk meminta. Jika tidak mengerti bahasa Inggris, buka kamus/internet. Perluas wawasan, perbanyak membaca.  Jangan manja lalu congkak meminta semuanya itu harus jelas ini A ini B. Ini dunia SENI, dunia yang indah karena misteri dan teka-teki nya, bukan bisnis supermarket yg semua kontrak hitam diatas putih-nya harus jelas.

Apa kalian pikir Chairil Anwar, Soe Hok Gie, WS Rendra dll HARUS menyertakan salinan maksud dari setiap puisi yang mereka tulis? Dimana HORMAT kalian untuk seni sastra?

Saya tidak pernah takut kehilangan penggemar/fans/apapun itu, jika kalian tidak suka dengan apa yang saya tulis saat ini, silakan pergi dan kutuk saya. Yang jelas, saya tidak akan pernah mau merendahkan inteletualitas diri saya demi memuaskan nalar pemalas idiot nan manja kalian!


@JRX_SID
11.07 | 0 komentar

Superman Is Dead: The Vinyl Frontier


Trio asal Bali yang gaduh diprediksi bakal menjadi grup rock terbesar di tanah air, Superman Is Dead, kembali membuat kejutan mencengangkan. Setelah sebelumnya menjadi artis Indonesia pertama yang sukses menembus ajang peringkat tembang mahsyur, Billboard, kini datang dengan konsep unik: merilis album dalam bentuk piringan hitam.
Setelah terakhir kali menerbitkan Angels and Outsiders pada 2009, Superman Is Dead yang notabene berusia 16 tahun pada 2011 ini, bukannya menyodorkan "The Best Of" dalam format biasa. Justru opsi yang dipilih berupa Long Play. Simak komentar JRX, sang penabuh drum, alasan di balik keputusan tersebut. "Ini penghargaan terhadap diri sendiri atas kerja keras selama ini—kami pantas dihargai mahal. Juga untuk mengejar estetika sekaligus mengikuti jejak band-band yang kami hormati."a Ia juga menegaskan bahwa album yang rencananya diluncurkan pada akhir 2011 ini jelas-jelas bukan projek komersial serta pekat merefleksikan kehendak untuk lepas dari pakem konvensional, seperti istilah JRX: band-major-label-kalau-bikin-album-the-best-of-harus-dalam-format-yang-gampang-dijual.
Albumnya sendiri diberi tajuk 1997-2009 untuk menggambarkan isi di dalamnya berupa jajaran tembang rancak Superman Is Dead yang beredar di antara rentang waktu tersebut. Dicetaknya pun rencananya amat terbatas, hanya sejumlah seribu atau sedikit di atasnya. Pula rencananya hendak menerapkan salah satunya sistem mail order. Orang yang memang sejati serius hendak mengkoleksinya disarankan jauh-jauh hari sudah memesannya via dunia maya.

"…Yang paling mengejutkan lagi menarik adalah ketika kami mengajukan ide vinyl ini ke pihak label, mereka langsung mengiyakan. Entah apa pertimbangan bisnis dari mereka. Money laundering? Haha. Yang seru proses pencarian foto klasik suasana Kuta tahun 70-an yang kami pakai sebagai cover depan. Lumayan panjang prosesnya, minta ijin kesana-kemari, belum lagi perancangan artwork-nya. Karena kami sadar ini—mungkin—akan menjadi projek sekali seumur hidup, kita ingin membuatnya se-solid mungkin agar nanti masuk ke level 'cult', layak dikoleksi dan mewakili Superman Is Dead as a whole band/sub-culture," tambah JRX dengan sumringah.
Tunggu apa lagi? Jadilah bagian dari sejarah dan ikuti terus perkembangannya dengan bergabung di Facebook page serta follow akun Twitter mereka.

Sumber : Rudolfdethu
11.16 | 0 komentar

HIMstage : Aku Anak Indonesia (Superman Is Dead)


Setelah Superman Is Dead berhasil membuat bangga industri musik Indonesia dipenghujung tahun 2010 lalu dengan masuk ke dalam deretan musisi di Billboard.com untuk kategori Uncharted, tiga pemuda asal Bali ini tidak berhenti berkarya hanya sampai disitu.

Terbukti sekarang dengan dibuatnya single terbaru mereka yang bertemakan Indonesia.
Bukan cuma Indonesia yang bangga memiliki Superman Is Dead, namun Superman Is Dead juga menunjukkan kebanggaan mereka menjadi anak Indonesia loh!
Kebanggan terhadap Indonesia, diungkapkan oleh tiga pemuda asal Bali ini dalam single terbaru mereka yang berjudul “Aku Anak Indonesia”.

Lagu yang ditulis oleh A.T Mahmud dibawakan kembali oleh Superman Is Dead dan diaransemen ulang dengan gaya yang berbeda. Nuansa Punk Rock terasa kental didalam lagu tersebut.

Lagu yang dibawakan oleh Bobby Kool (lead vokal & gitar), Eka Rock (backing vocal & bass), dan JRX (drummer) menciptakan aura semangat dan kebersamaan ketika mendengarkannya.
Suara gemuruh sorak sorai diawal lagu juga seolah memberi semangat yang membara.
Nahh, ini lah yang membuat lagu “Aku Anak Indonesia” cocok untuk dinyanyikan bersama-sama!
Siapa yang bangga jadi anak Indonesia?


Forwad from :
Nabil.taufik@sonymusic.com
Sony Music Entertainment Indonesia | @SonyMusicID
http://www.supermanisdead.net/
14.20 | 0 komentar

outSIDers Demak - Welcome To My Town

outSIDers Demak

Ku Berdiri
Ku melangkahkan kaki
Ku bangun dari tidurku
Alur hidup yang selalu kunikmati ini
Akan menjadi jalan hidupku
Di kota yang kubanggakan ini

Demak kota wali
Tempat kami berbagi
Demak kota wali
Bersulang dan bernyanyi
Demak kota wali
Ku langkahkan kaki menyambut mentari

Selamat pagi kotaku
Jaga slalu budayamu
Hingga tumbuh generasi baru
Cikal bakal kejayaanmu
13.04 | 0 komentar

Kenapa JRX Bergabung di RMBL?


Histori awal RMBL: Pada tahun 2004, saya yang sejak kecil senang menggambar/desain, mencoba membuat sebuah clothing label dengan nama Lonely King. Inspirasi saya waktu itu adalah fillm-film noir, kultur geng motor-mobil tua dan hal-hal outlaw yang bergaya elegan. Semua proses desain saya lakukan sendiri. Sayangnya Lonely King hanya bertahan 2 tahun karena saat itu saya terlalu sibuk dengan SID dan belum memilik tim solid (tim LK hanya berdua, saya dan Sadik). Karena terbengkalai, tahun 2006 Lonely King terpaksa saya non-aktifkan meski hasrat saya untuk menuangkan sisi-sisi liar/pemberontakan secara visual masih membara. Dan sejak itu pula saya 'memasang' mata untuk mencari potensi baru yang kiranya bisa melanjutkan hasrat saya ini.

Dari 2006 - 2010 saya 'mengamati' dunia per-clothing-an Bali. Dan saya lihat ada kecenderungan clothing-clothing lokal (meski tak semua) banyak yang terang-terangan 'meniru' - baik itu secara konsep & estetika - clothing-clothing luar Bali/lnternasional yang sedang 'trend' saat itu. Ok, namanya 'bisnis' saya tak menyalahkan. Kan misi utamanya profit.

 Ditengah serbuan brand-brand lokal yang cenderung seragam itu, saya iseng membuka akun Facebook milik Adi (bassist band rockabilly The Hydrant) yang mem-posting beberapa karya desain-nya. Saat itu saya baru tahu ternyata Adi seorang desainer grafis. Setelah saya pelajari, desain-desain yang ia buat ternyata berhasil mempresentasikan hal-hal liar yang ada di dalam jiwa saya. He's got the soul! Desain-desainnya tidak 'tersentuh' jaman. Melawan arus. Timeless! Inilah orang yang saya cari-cari selama ini!

Setelah saya cari tahu, ternyata Adi sudah memiliki label bernama RMBL yang ia jalankan berdua bersama sahabat baiknya Komar (bassist band Irish-Punk 13% Outlaws). Pada satu kesempatan, mereka menawarkan saya utk menjadi model untuk produk topi pertama mereka.

Melalui beberapa percakapan, saya menawarkan diri untuk ikut bergabung dengan RMBL. Alasan saya: 1. Saya jatuh cinta dgn desain-desain yang dibuat oleh Adi. 2. Saya sudah sangat muak meliihat 'keseragaman' di dalam bisnis clothing di Bali/Indonesia.

Sudah saatnya ada clothing lokal yang bisa 'lepas' dari konsep 'cool' yang didatangkan dari pusat. Sudah saatnya setiap daerah dan remaja nya punya gaya dan cara pikir mereka sendiri, bukan hasil cuci otak dari pihak yg 'itu-itu' saja. Bentuk resistensi inilah yang melahirkan konsep 'Balinese Pride' yang Adi dan Komar ciptakan sebagai identitas RMBL pada awal mereka berdiri.

Karena misi kita sama -mungkin karena selera musik yg sama- Adi dan Komar menerima saya bergabung di keluarga RMBL. Dan tugas saya di RMBL adalah sebagai visioner, konseptor sekaligus propagandis.

Jadi, demikian sejarah singkat tentang apa dan siapa dibalik RMBL yang sebenarnya. Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberi sedikit bayangan kenapa RMBL memang bukan hanya pebisnis murni. RMBL adalah pejuang. Kita ingin menunjukkan pada dunia bahwa ditengah derasnya brainwash media yang makin fuck up ini, setiap daerah seharusnya bisa dan berhak memiliki gaya dan attitude nya sendiri.

Cheers!

JRX

Sumber : Catatan Jrx
23.38 | 0 komentar

Superman Is Dead - Aku Anak Indonesia

Oooo… Oooo… Oooo… Oooo..

Aku anak Indonesia, anak yang merdeka
Satu nusaku, satu bangsaku, satu bahasaku

Indonesia, Indonesia..
Aku bangga menjadi, anak Indonesia

Pending di katulistiwa, Tanahku Indonesia
Ribu pulaunya, ragam sukunya, satu jiwa raganya

Indonesia, Indonesia..
Aku bangga menjadi, anak Indonesia

Indonesia, Indonesia..
Aku bangga menjadi, anak Indonesia

Aku anak Indonesia, anak yang merdeka
Satu nusaku, satu bangsaku, satu bahasaku

Indonesia, Indonesia..
Aku bangga menjadi, anak Indonesia
 
 
Lagunya bisa di unduh disini Superman Is Dead - Aku Anak Indonesia
12.54 | 0 komentar

Histori dan Ideologi RMBL

RMBL

Balinese Pride. Seniman Bali sejak dulu kala melukis wanita bertelanjang dada. Itu menodai budaya Indonesia? RMBL adalah media (dalam bentuk) pakaian yang dirancang untuk menelanjangi kemunafikan. Inspirasi RMBL adalah hal-hal yang sering ditabukan oleh masyarakat dengan alasan-alasan mainstream seperti ketakutan yang berlebihan akan keindahan wanita, budaya alternatif & substansi mood altering. Menjadi diri sendiri terasa sulit di negara bhinneka yang penuh aturan moral ini. Disinilah RMBL berdiri, ini bukan tentang pakaian semata, ini tentang energi untuk melawan & menjadi diri sendiri. In our propaganda, we don't use professional models. 'R' in RMBL stands for 'Real' so we only use original outlaws & counter-culture enthusiasts. Our philosophy "eat the fashion, wear the poison" ~ is like saying "fuck you mainstream world, what I wear will get you poisoned"

Online store Rumble Online Store
Fanpage Rumble Cloth Bali


Baby Rumble by RMBL

Didasari keinginan untuk 'melawan' perspektif mainstream bahwa 'bayi yang cute adalah bayi yang terlihat seragam dengan bayi-bayi lain' maka lahirlah ide Baby Rumble ini. Memberi alternatif kepada para orang tua yang tidak ingin buah hati nya terlihat seragam. Meski 'melawan', Baby Rumble di desain dengan cinta dan harapan agar sang buah hati tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang kuat serta tidak mudah termakan arus. Menjadi buah hati yang bisa meneruskan 'kemerdekaan' yang coba diterapkan oleh orang tua mereka. Lagi, ini tentang ideologi untuk menjadi merdeka. Dan semua dimulai dari keluarga.

Online store Baby Rumble

Source : Note
14.39 | 0 komentar
Jika terdapat link free download di blog ini hanya semata review CD Album /hasil karya mereka dan bukan pembajakan.karena saya pribadi tidak memungut biaya kepada siapapun untuk blog ini. Dan untuk teman-teman yang mengunjungi blog ini, support musisi lokal kita dengan cara membeli merchandise, CD/Album original mereka :)


Kalian punya band yang terbentuk dari komunitas outSIDer? dan ingin saya posting di blog ini? kirimkan biografi dan demo lagu (jika ada)kamu ke email fakhruoutsider@gmail.com

Support our local talent!

Cheers!!

Blog Archives

Cari Blog Ini

Statistik

Google+ Followers