Superman Is Dead - Suara Dalam Menara

JRX

Aku adalah malaikat kematian
Aku adalah durjana senja
Tanpa namaku bermakna ditepian badai
Kulukiskan namamu cinta

Akulah suara wuohohohoooooo
Dalam menara wuohohohoooooo

Bernafaskan api terjadilah peristiwa
Yang terlena dalam bencana
Menangislah di surga berperanglah dineraka
Aku gelegar yang tak terdengar

Akulah suara wuohohohoooooo
Dalam menara wuohohohoooooo

Dan setiap badai kan temani murkamu cinta
Dan setiap langit kan hujani rindu mu cinta
Hingga menghitam semesta.

Ku adalah cinta
Ku adalah sakit
Ku adalah dendam
Ku adalah kasih

Aku adalah malaikat kematian
Aku adalah durjana senja
Tanpa namaku bermakna ditepian badai
Kulukiskan namamu cinta

Akulah suara wuohohohoooooo
Dalam menara wuohohohoooooo

Dan setiap langit kan temani murkamu cinta
Dan setiap badai kan hujani rindu mu cinta
Hingga menghitam semesta.

Ku adalah cinta
Ku adalah sakit
Ku adalah dendam
Ku adalah kasih

Check Video Live nya dari Youtube by @ReezkyRawk


Lagu ini bisa kalian unduh disini -> download
15.59 | 0 komentar

Interview : JERINX, Alarm Eco Defender


by Tria Nin
JRX
RMBL x Walhi present ECO DEFENDER, sebuah konser dan eksibisi seni perlawanan terhadap penguasa dan pemodal yang merusak ekologi Bali. Seluruh profit dari acara ini akan disumbangkan kepada Walhi Bali untuk membiayai perjuangan mereka membela ekologi Bali. Eco defender adalah semacam alarm, karena bali perlu bernapas segar, berikut perbincangan FBI BaliRadio dengan Jerinx, salah satu pengagas acara Eco Defender ini,

Please, give some background about eco defender !

Eco defender awalnya sebuah project dari RUMBL, my clothing line, saya pengen RUMBL itu sebuah clothing yang juga  punya misi dan nggak cuman simbol, tapi benar-benar do something. Memberi kontribusi nyata buat sebuah perjuangan, apapun itu. Ide awalnya kita punya  program eco defender dan beberapa  persen dari selling setiap item kita sumbangin untuk membiayai Walhi Bali, guna mendanai perjuangan mereka untuk mempertahankan keseimbangan ekologi. Karena saya sempat terlibat di Walhi Bali sebelumnya, saya melihat situasi lapangan mereka, situasi kantor mereka, dan mereka sangat memerlukan donasi. Gimana caranya agar mereka semangat berjuang? Kenapa nggak sekalian bikin konsernya? Dan setelah saya diskusikan dengan teman-teman, terus kami cari sponsor, terus sponsor tertarik dan mereka supportnya gila-gilaan. Di Bali kan dibutakan dengan acara-acara yang sifatnya hedon, pokoknya bersenang-senang, nggak peduli apapun itu, sementara ekologi di bali sedang di eksploitasi dan kita nggak ngelihat secara langsung. Yah, itu dasar acara ini.

Apa yang membuat RUMBL tergerak untuk kerjasama dengan Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia)?

Cuman ingin berkontribusi nyata terhadap perjuangan, karena selama ini RMBL selalu mengaitkan diri kita dengan perlawanan. Kenapa ya, banyak anak muda yang menggunakan simbol perlawanan tetapi kontribusi untuk perlawanan nyata nggak ada. Itu yang saya pikirkan. Yaudah, bagaimana caranya, mari kita beraksi, berkontribusi nyata, dengan cara yang kita bisa, apapun itu.

Walhi sendiri sangat kritis dalam menyoroti permasalahan lingkungan di Bali.  Sawah-sawah dijual untuk pendirian hotel, Hutan mangrove akan dibangun Villa,  Can you say something about those problems?

Saya lihat ada hipokrisi besar sebagian masyarakat Bali dan terutama generasi di atas kita, yang tua-tua, yang sudah nyaman itu. Dimana mereka dengan konsep ajeg bali dan gubernur sering bilang Bali Go Green. Nah itu semacam hipokrisi, karena mereka menjejali masyarakat dengan konsep Bali Go Green, sementara yang menjual dan mengekploitasi lahan, dan yang benar-benar menggadai Bali secara literal maupun tidak literal itu siapa? Apakah generasi muda seperti kita? Nggak kan? Kita kan yang cuman bisa melihat dan menganalisa, sementara pelaku-pelakunya ya lingkaran di atas. Itu yang saya lihat sekarang. Maka generasi muda menjadi penyeimbang dengan oposisi mereka, agar mereka sadar bisa menghentikan eksploitasi, karena pulau Bali ini perlu bernapas dulu.

Bisa di deskripsikan acara Eco Defender ini seperti apa?

Soalnya sekarang ada stigma di masyarakat, orang-orang yang peduli ekologi adalah kebanyakan kalau nggak aktivis, hippies, nerd, bukan orang-orang yang nggak keren, bukan orang gaul, bukan selebritis dan semacamnya.  Itu yang ingin saya hancurkan, stigma itu yang ingin saya lawan lewat eco defender. Jadi anak-anak muda Bali itu punya pemikiran baru, peduli dengan ekologi itu keren, peduli dengan alam itu cool. Itu yang ingin saya arahkan kesana pelan-pelan, mudah-mudahan, kedepannya mereka peduli dengan alam. Who knows? Pemimpin Bali kan bisa jadi salah satu dari anak-anak Bali ini, kalau sekarang mereka punya pemikiran seperti ini, 10 tahun lagi mereka bisa punya pikiran Do Something yang lebih besar lagi daripada ini.

Bali dalam menuju limbah berbahaya, limbah textile. RUMBL yang berkolaborasi dengan walhi , bagaimana  RUMBL sekarang dalam memproduksi clothing sendiri?

RUMBL sendiri baru 2 tahun, saat ini kita belum punya tempat produksi sendiri dan kita masih produksi di tempat-tempat lain. Dan kami punya rencana untuk punya tempat produksi sendiri, hopefully next year. Kami punya rumah sendiri dan semunya terbuka,  semua orang bisa ngecek ke dalam, tentu saja akan kita sinkronkan dengan visi RUMBL, mengurangi limbah tekstil. Itu udah berbulan-bulan yang lalu sudah kami pikirkan, kami lagi cari tempat, mungkin ada info kos-kosan di daerah sini hahahaha.

Band apa saja yang bakal perform di Eco Defender nanti?

Mungkin pernah dengar band SID, dari kuta hahaha, tapi yang spesial adalah Navicula, karena mereka baru balik dari Amerika, minggu depannya mereka ke Australia. Mereka akan bermain terakhir, terus ada Scared of Bums, yang punya massa militan juga di bali. Terus ada beberapa band baru, Reggae & Ska, Pride of Lion, Garden Grove Reggae, lalu ada Jacknife Blues, Terus ada Soundbwoy Dodix dan DJ Marlowe mainin chill out music.

Selain itu juga bakal Art exhibition, siapa saja yang bakal pameran?

Banyak banget content acara ini, selain ada panggung musik, juga ada pameran seni dari beberapa seniman muda Bali. Ada Echo wahid dkk dari komunitas Psyclopista, komunitas fix gear paling militan di bali, akan ada seni instalasi gitu, ada juga komunitas skater, Ady Hydrant , Dwix, Tiar jadi mereka melukis papan skate bekas. Yang suka skate karena akan ada ram skate yang bisa dipakai. Terus ada made bayak, Janoer P Moekti , Indra Hidayat , Munir, Venus, July, banyak banget content acaranya. Juga akan ada stand Walhi, kalau kamu ingin mengisi petisi untuk mengubah kebijakan-kebijakan penguasa saat ini yang merugikan alam, silahkan datang. Ada edukasi, ada hiburannya, kalau kamu pulang dari acara nanti kamu nggak bisa tidur hahaha.

Banyak yang berpikiran the enviromental movement bisa jadi the next great threat to freedom. Apakah kamu setuju?

Itu mungkin gambaran besar sekali, kalau dicari korelasinya, arahnya memang kesana.Kalau kita sudah benar-benar menghargai,  ekologi itu khan spiritual juga. Kalau di Bali itu kan juga percara Tri Hita Karana. Tapi ekologi bisa jadi political juga, karena yang ngerusak ekologi itu secara nggak langsung adalah kekuasaan politik. Kalau kamu punya back up Jendral, kalau kamu punya back up penguasa, kamu bisa ngelakuin apa saja sama alam ini.  Jadi kalau kita  semua sudah kuat melindungi alam, otomatis  kita nggak bisa “terjajah”sama penguasa-penguasa ini, secara spiritual kita juga lebih merdeka.

Jika Adam Yauch membuat Milarepa Fund, sebuah organisasi non-profit yang didedikasikan untuk mempromosikan kesadaran dan aktivisme terkait dengan ketidakadilan terhadap masyarakat Tibet oleh Pemerintah Cina dan kekuatan militer. Apakah seorang jerinx mempunyai mimpi untuk membuat semacam lsm/foundation serupa?

Untuk membuat Lsm sendiri belum, saya lebih suka mensupport yang sudah ada, kalau sudah ada yang sudah berjuang, kenapa kita buat lagi? Kenapa kita nggak memaksimalkan dengan cara mendukung mereka.

Eco defender adalah konser amal, bagaimana kita untuk berpartisipasi? Membeli tiket atau ada semacam penjualan merchandise, yang nantinya hasilnya akan disumbangkan ke walhi? Bisa dijelaskan secara rinci?

Acara ini free, tidak ada tiket. Tapi kamu bisa menyumbang, di acara nanti akan ada penjualan merchandise (T-shirt, pin, stiker, topi) yang bertemakan eco defender, dari seluruh  hasil penjualan  akan disumbangkan untuk walhi Bali.

Apakah acara eco defender akan diadakan secara rutin?

Mudah-mudahan sih tidak, tapi ini serius. Ketika kita mengadakan acara ini, berarti alam sedang tidak baik-baik saja, kalau ekologi sudah bagus, tidak perlu diadakan acara seperti ini. Tapi sepertinya perlu dibutuhkan  beberapa kali acara semacam ini.

Dampak apa yang kamu harapkan dari acara eco defender ini?

Dampaknya yaitu kesadaran baru di kalangan anak muda Bali, peduli sama ekologi itu keren.

Elevator or escalator?

Elevator

Terrorists or spiders?

Spiders

Boxers or briefs?

Boxers

Who would win in a fight? Particle man or Triangle man?

Triangle Man

Eco Defender's Banner

02.41 | 0 komentar

Say It Forward!

Menjadi bagian dari eco-defenders dan membantu bali untuk bertahan hidup dari penebangan hutan tanpa ampun.

by Marta for Hello Bali Magazine
Jerinx paling dikenal sebagai drummer karismatik juru bicara band Indonesia yang populer "Superman is Dead". Seorang pengusaha yang cerdik dan desainer pakaian, ia telah terlibat dalam mengubah kancah di Bali selama bertahun-tahun, bertindak sebagai kekuatan pendorong terhadap kesesuaian melalui ekspresi musik dan dedikasi dan cinta untuk rumahnya Bali, khususnya lingkungan sendiri, Kuta.


Baru-baru ini, setelah bergabung dengan WALHI - Seluruh Teman di Indonesia dari organisasi Bumi - untuk memprotes penghancuran kawasan mangrove sensitif belakang bandara dan sekitarnya Pulau Serangan, Jerinx memutuskan untuk membuat sebuah organisasi yang disebut "Eco-Defenders" yang bisa membantu datang dengan solusi kreatif dan memberikan dukungan kepada mereka yang ingin melestarikan keindahan alam pulau itu untuk semua orang.

Inspirasi awal nya menarik dari dugaan oleh oposisi bahwa mereka memprotes penghancuran hutan bakau itu hanya dibayar untuk menjadi perusuh. "Ini sangat jauh dari kebenaran, tetapi karena orang-orang ini memiliki kekuatan yang luar terlihat seperti itu mungkin benar. Jadi ide saya adalah untuk mendapatkan masalah ini keluar dari jalan, dan untuk Eco-Defenders untuk benar-benar membayar mereka. Kami akan membayar untuk kopi mereka, untuk penerangan kantor mereka. Kami telah melihat kantor mereka, dan mereka tidak memiliki banyak. Kadang-kadang mereka tidur di sana, dan kita bisa membantu untuk mendapatkan mereka sedikit makanan yang lebih baik, tempat tidur lebih nyaman. Kemudian ketika pengkritiknya mengatakan 'Hei mereka dibayar', kita dapat mengatakan 'ya mereka, jadi apa? Mari kita beralih ke mengapa Eco-Defenders yang membayar mereka untuk berada di sana '. "

Jerinx menguraikan lebih lanjut tentang cara turis, pengunjung dan orang-orang pada umumnya dapat membantu tanpa terperangkap dalam protes. "Ada dua hal yang sangat sederhana setiap wisatawan dapat lakukan. Satu, ketika Anda membeli barang, cek dulu barangnya. Apakah dari sini, dibuat di sini, yang dirancang di sini? Apakah Bali menguntungkan? Membuat pilihan tentang apa yang Anda beli dan mendukung label dan merek kami berkembang. Pastikan apa pun yang Anda belikan mengurangi jumlah sampah plastik. Katakan tidak untuk tas-tas, masyarakat akan mendapatkan pesan ".

Namun hal yang paling mudah dari semua yang dia bilang dengan senyuman yang terkenal itu adalah "Katakan kepada Bali betapa Anda mencintai pulau mereka. Bukan untuk makanan cepat saji, mal dan outlet belanja, tapi untuk keindahannya. Kami adalah orang-orang yang sangat sederhana. Kami datang dari generasi melakukan apa yang kita diberitahu baik yang dapat dilakukan. Tapi seseorang datang dan mengatakan kepada kami bahwa wisatawan seperti semua omong kosong ini, sehingga pikiran Bali, OK mari kita memberikannya kepada mereka. Tetapi turis benar-benar ingin Bali menjadi mal lain, tempat lain untuk mendapatkan pakaian murah, dan itu saja? Saya tidak berpikir yang mereka lakukan. Bahkan saya tahu mereka tidak melakukannya karena separuh orang yang saya ajak bicara mengatakan 'Bagaimana Anda menghentikan ini? Kami kehilangan 'Bali. "

Dan ketika Anda berpikir tentang apa yang juara peselancar Kelly Slater katakan tentang masalah pencemaran Bali pantai, Anda melihat kekuatan kata-kata. Gunakan kata-kata untuk membuat pesan terbesar mungkin. Katakan setiap penjaga toko "Tidak, aku tidak ingin yang kantong plastik", setiap sopir taksi "pulau Anda indah", setiap pelayan di sebuah kafe "Saya ingin menu Indonesia". Mendapatkan sebuah pesan bahwa tempat ini indah. Bakau tidak perlu dihancurkan karena membuat tempat spa lain, sawah tidak perlu untuk membuat jalan bagi penyewa villa, dan pantai berpasir putih tidak perlu asbak untuk puntung rokok di dunia. "Bantu kami untuk membantu kamu menikmati pulau surga kami sebelum terlambat. Yang harus kalian lakukan adalah mengatakan sesuatu. "


Original Artikel


be part of the eco-defenders and help bali to  survive merciless deforestation


by Marta for Hello Bali Magazine
Jerinx is best known as the charismatic drummer-slash-spokesman for the ever-popular Indonesian band “Superman is Dead”. An astute businessman and clothing designer, he has been involved in changing the scene in Bali for many years, acting as a driving force against conformity through his musical expression and his dedication and love for his home of Bali, specifically his own neighbourhood, Kuta.

Recently, after joining forces with WAHLI – Indonesia’s Friends of the Earth organisation – to protest against the destruction of the sensitive mangrove area behind the airport and surrounding Serangan Island, Jerinx decided to create an organisation called “Eco-Defenders” that could help come up with creative solutions and lend support to those who want to preserve the island’s natural beauty for everyone.

His initial inspiration drew from an allegation by the opposition that those protesting the destruction of the mangroves were simply paid troublemakers. “This was so far from the truth, but because these people have power it looks to outsiders like it may be true. So my idea was to get this issue out of the way, and for Eco-Defenders to actually pay them. We will pay for their coffee, for their office lighting. We have seen their office, and they don’t have a lot. Sometimes they sleep there, and we can help to get them a little better food, more comfortable beds. Then when the detractors say ‘Hey they are paid’, we can say ‘yes they are, so what? Let’s move on to why Eco-defenders are paying them to be there’.”

Jerinx elaborated more on how tourists, visitors and people in general can help out without getting caught up in protests. “There are two very simple things any tourist can do. One, when you buy stuff, check it out. Is it from here, made here, designed here? Is it Bali beneficial? Make choices about what you buy and support our home-grown labels and brands. Make sure whatever you buy you reduce the amount of plastic waste. Say no to those bags; people will get the message.”

Yet the easiest thing of all he tells me with that smile he is famous for is to “Tell the Balinese how much you love their island. Not for the fast food, the malls and the outlet shopping, but for its beauty. We are a pretty simple people. We come from generations of doing what we are told is good to do. But someone came along and told us that tourists like all this crap, and so the Balinese thought, OK let’s give it to them. But do tourists really want Bali to become another strip mall, another place to get cheap clothes, and that’s it? I don’t think they do. In fact I know they don’t because half the people I speak to say ‘How do you stop this? We are losing Bali’.”

And when you think about what champion surfer Kelly Slater said, about Bali’s beach pollution problem, you see the power of words. Use words to create the biggest message possible. Tell every shopkeeper “No I don’t want that plastic bag”; every taxi driver “Your island is beautiful”; every waiter in a cafe “I want the Indonesian menu”. Get the message across that this place is beautiful. The mangroves don’t need to be destroyed for yet another spa, the rice fields don’t need to make way for a villa compound, and the white sandy beaches don’t need to be an ashtray for the world’s cigarette butts. “Help us to help you enjoy our paradise island before it’s too late. All you got to do is say something."

Written by Katy Roberts
16.18 | 0 komentar
Jika terdapat link free download di blog ini hanya semata review CD Album /hasil karya mereka dan bukan pembajakan.karena saya pribadi tidak memungut biaya kepada siapapun untuk blog ini. Dan untuk teman-teman yang mengunjungi blog ini, support musisi lokal kita dengan cara membeli merchandise, CD/Album original mereka :)


Kalian punya band yang terbentuk dari komunitas outSIDer? dan ingin saya posting di blog ini? kirimkan biografi dan demo lagu (jika ada)kamu ke email fakhruoutsider@gmail.com

Support our local talent!

Cheers!!

Blog Archives

Cari Blog Ini

Statistik

Google+ Followers